Posted in bahasa, Cerita Pendek, fiction, When You

Cerpen; When You “Jangan Pergi”

Jangan pergi

Tulisan cakar ayam dengan spidol hitam itu masih tetap seperti enam bulan yang lalu ketika Kevin menulisnya sebagai jawaban untuk Abi yang bertanya apa ia boleh pergi nonton bersama Ray—cowok gebetan Abi. Hanya beberapa bagian yang sudah terhapus oleh waktu, sisanya, masih jelas terbaca.

Semua bermula dari seorang mahasiswa transfer dari  Vancouver bernama Ray. Di mata Kevin cowok itu biasa saja—apalagi di awal-awal ia pindah—di kampus pun dia tidak terlalu dibicarakan, intinya bukan tipe seorang idola lah, namun entah kenapa Abi tergila-gila padanya. Tidak hanya sekedar mengidolakan, Abi pun mulai mengikuti setiap kegiatan yang Ray ikuti salah satu dan yang paling utama adalah basket.

Ray baru terlihat menonjol ketika ia bergabung dengan tim basket kampus, tidak hanya dengan kemampuan memainkan bola yang di atas kemampuan pemain lain. Ia juga lebih tinggi daripada rata-rata orang bule—apalagi orang Indonesia?—dan wajah perpaduan ras Kaukasoid dan Cina membuatnya tampak berbeda dengan mahasiswa kebanyakan di sini. Kevin mengakui hal itu—dan entah kenapa membuatnya semakin kesal.

Baca selengkapnya Jangan Pergi

Advertisements

Author:

Author @StorialCo and AsianFanfiction. Founder Mr. Galaxy Fanfan House and CNBOICE, co Admin @Indonesianboice. Find my books The Stars | In Between | Through the Lens | Burning Melody at nulisbuku.com Find me @lanhudiee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s